BAB I
PEMBINAAN BAGI JEMAAT KAUM MUDA – MUDI
A. PENDAHULUAN
Pembinaan warega kaum muda-mudi perlu diperhatikan. Mereka berusia antara 15 – 35 tahun. Salah satu alas an umumnya kaum muda – mudi masih aktif mengembangkan diribaik secara kognitif maupun secara spiritual. Masa ini masih labil sehingga kadang – kadang mudah di pengaruhi oleh hal – hal yang negative.
Dalam perjanjian Barus, Timotius seorang yang muda, mendapat bimbingan dan pembinaan yang baik dan serius dari orangtuanya, dan neneknya akhirnya dia menjadi orang yang takut akan Tuhan.
B. MENGENAL CIRI KHAS PERKEMBANGAN
1. Perubahan Secara Fisik
Perkembangan secara fisik kaum muda – mudi yang dialami oleh individu masa usia kurang lebih 25 tahun. Secara genetik masa usia pemuda/i masih sehat dan kuat, masih susah diserang penyakit.
2. Perubahan Secara Moral
Menurut L. Kohlberg bagaimana cara anak bernalar dalam mengambil keputusan moral atas kasus – kasus nyata yang di berikan kepada mereka.
3. Perubahan Secara Mental
Dari hasil penelitian pakar psikologi Swiss, Jean Peaget mengatakan bahwa muda/i tingkat operasional formal yaitu kemampuan berpikir logis dalam hal – hal abstrak (filosofis) berkembang. Sehingga dalam pembinaan ini perlu pengajaran yang abstrak.
4. Perkembangan Secara Psiko Sosial
Menurut Erickson dalam perkembangan setiap individu mengalami pertumbuhan dalam segi – segi positif maupun dari segi – segi negatif. Setiap individu memberi dan menerima pengaruh dari lingkungan sosialnya.
5. Perkembangan Secara Iman
Menurut James Fowler, mengemukakan bahwa muda/i dalam tahap iman memiliki tiga tahap yaitu ; tahap pertama ialah tahap Sintetis Konvesional (12-22 tahun) artinya relasi dan diskusi dengan orang lain. Tahap kedua ialah individual-reflektif (23-33 tahun) artinya membangun keyakinan secara kritis. Tahap ketiga ialah tahap konjungtif (34-50 tahun) artinya memahami berbagai perbedaan keyakinan.
C. STRATEGI PELAYANAN
1. Program pembinaan pemuda perlu memperhatikan segi fisik warga jemaat disamping pendewasaan dari sudut rohani dan iman
2. Didalam rangka melaksanakan kegiatan pembinaan perlu sekali memperhatikan keadaan fisik dari pemuda tersebut.
3. Pemuda membutuhkan lingkungan sosial yang mendukung didalam pembinaan mereka.
4. Dalam membina individu maupun kelompok doktrin iman Kristen, untuk kelompok yang tingkat pikirnya masih pada tahap.
5. Perhatikan dan simak krisis hidup yang dialami pemuda.
6. Pembinaan dewasa membutuhkan kelompok sebaya, mentor atau Pembina yang dekat dimana individu merasakan penerimaan dan penghargaan.
7. Berilan pembinaan kepada pemuda sesuai dengan ciri khas perkembangan iman pemuda.
BAB II
PEMBINAAN JEMAAT KAUM DEWASA AWAL
A. PENDAHULUAN
Anggota gereja pada dasarnya adalah orang dewasa secara fisik namun tidak begitu dalam segi sosial cultural, moral, mental dan kerohanian. Akan tetapi mereka inilah kemudian yang dipanggil Allah untuk membina generasi muda, anak – anak hingga remaja. Demi pelayanan yang efektif di masa kini dan masa depan, pentinglah bagi kita memaham ciri khas perkembangan pemuda dan orang dewasa.
Pada dasarnya pemuda dan orang dewasa awal terus mengalami perubahan dalam segala hal, fisik, mental, emosi, sikap, dan kerohanian sekalipun, agar kita dapat memberikan pelayanan tepat guna. Meskipun demikian, konsentrasi atau pusat perhatian akan lebih terarah kepada masalah perubahan mental, emosional, dan spiritual pemudan dan orang dewasa awal itu sendiri. Sebab secara jasmani mereka itu sudah mencapai kematangan.
B. MENGENAL CIRI KHAS PERKEMBANGAN
Yang dibicarakan tentang usia dewasa awal ini adalah sekitar masa dewasa awal umur 17-45 tahun. Pada usia dewasa ini orang umumnya mengalami beberapa hal yang penting didalam perjalanan hidupnya.
1. Pertumbuhan fisik secara optimal secara biologis dan fisiologis.
2. Pengaturan diri mencakup keterampilan bekerja, kemandirian dalam wawasan dan pemahaman
3. Masa memikirkan calon pasangan hidup dan memasuki perikahan
4. Masa reproduktif
5. Masa “bermasalah”
6. Merindukan keintiman (keakraban) dan menghadapi kemungkinan keterasingan sosial
7. Masa perubahaan nilai dan minat atau orientasi hidup dipengaruhi oleh faktor fisik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, status ekonomi, status nikah dan kesenangan.
Kehidupan keluarga pada masa usia dewasa awal diwarnai oleh beberapa kemungkinan :
1. Keluarga tanpa anak (merindukan)
2. Menjadi orangtua baru dengan satu anak
3. Keluarga dengan dua anak dimana yang paling besar pada tahap prasekolah
4. Keluarga dengan tiga anak dan anak pertama memasuki usia sekolah dasar
5. Keluarga dengan anak pertama memasuki usia remaja
C. SRATEGI PEMBINAAN
1. Betapa perlunya kita mengembangkan daya kritis dan kreativitas serta idealism warga jemaat kelompok usia ini secara sehat.
2. Kebutuhan kelompok sebaya dalam pembinaan dan konseling, mengajar, dan membina kelompok usia ini tidak saja melalui pemberian intruksi verbal didalam ruangan, tetapi meniciptakan kelompok dinamis yang berfungsi terapeutik.
3. Pendekatan kelompok, tampaknya dibutuhkan seperti pembinaan khusus bagi mereka yang belum menikah atau hidup sendiri, mereka yang berkeluarga atau mereka yang berasal dari profesi yang sama.
4. Bimbingan terhadap pengenalan penermaan dan harga diri amat penting pada masa ini.
5. Bimbingan keputusan moral diperlukan juga oleh kelompok usia dewasa awal ini dalam rangka menghadapi egosentrisme, tendensi berorientasi kepada orang lain atau orientasi pada prinsip.
6. Bimbingan bagi pertumbuhan iman dalam rangka membentuk kemandirian, dalam menghadapi relativisme dan internalisasi.
7. Bimbingan krisis yang terjadi dalam keluarga, berkaitan dengan pekerjaan serta berhubungan dengan masalah relasi dan kepribadian bahkan nilai budaya.
KESIMPULAN
Pembinaan warga gereja terhadap pemuda dan dewasa awal harus dilaksanakan dengan baik dan mendapat perhatian yang khusus sebab seperti halnya dengan para pemuda mengenai dari ciri khas mereka yang terdiri dari perubahan secara moral, psiko sosial dan perubahan secara iman pemuda masih masih sangat rentan akan perubahan mereka itu. Yang kita lihat menurut Erickson dari segi perubahan pemuda secara psiko sosial yang dilihat dari pemuda/i mereka setiap individu mudah terpengaruh oleh lingkungan, mereka sangat gampang menerima hal – hal yang negatif daripada yang positif. Dari hal tersebut dapat juruskan kepada perubahan dari segi lain juga berpengaruh. Kalau yang diterima pemuda itu negatif maka negatif pula segi perubahan yang lain begitu juga dengan sebaliknya.
Begitu juga dengan usia dewasa awal dari ciri khas perkembangan mereka sudah memiliki keterampilan dalam bekerja dan berkarya, sudah memikirkan calon pasangan mereka sebelum memasuki masa pernikahan, mereka merindukan keintiman atau keakraban. Tetapi mereka perlu juga bimbingan iman dalam rangka membentuk kemandirian, menghadapi egisentrisme dan perlu bimbingan krisis.
Oleh : Leo fernando hutabarat